Rabu, 01 Agustus 2012

PENGOLAHAN AIR LIMBAH SOLUSI PENANGANAN AIR BERSIH



PENGOLAHAN AIR LIMBAH SOLUSI PENANGANAN AIR BERSIH

Bidang kegiatan
PKM-GT

Diusulkan oleh :
AK-6




INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR
2012
Daftar Isi

Halaman judul …………………………………………………………..      i
Daftar isi         …………………………………………………………..      ii
Ringkasan       ……….………………………………………………….      iii

Pendahuluan
Latar belakang            ………………………………………………………….       1
Tujuan             ………………………………………………………….       1
Manfaat           ………………………………………………………….       2

Gagagsan
Kondisi saat ini           ………………………………………………….       3
Solusi yang pernah ditawarkan           ………………………………….       3
Gagasan baru yang ditawarkan           ………………………………….       4
Pihak yang dapat mengimplementasikan gagasan      ………………….       4
Langkah strategis        ………………………………………………….       4

Kesimpulan     ………………………………………………………….       5

Lampiran         ………………………………………………………….       6


Ringkasan

Air adalah dasar dari kehidupan karena kehidupan manusia sangat bergantung pada air. Terutama adanya air bersih. Mulai dari penggunaan untuk kebutuhan rumah tangga (mencuci, mandi, minum, dll), industri, dan pertanian.semakin padat penduduk maka debit dari limbah air rumah tangga pun semakin meningkat dan hal ini berdampak pada polusi air dan udara. Jika  tidak dilakukan penjernihan maka air tersebut akan terbuang sia-sia. Tujuan adanya pemurnian limbah air rumah tangga untuk memaparkan bagaimana proses pemurnian menggunakan kangkung dan kerikil. Manfaat yang didapat untuk menambah wawasan dalam pemurnian air agar menjadi air bersih.
Kondisi saat ini, banyak limbah air rumah tangga yang tidak dibuang pada tempatnya sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap dan pemandangan yang tidak layak. Sudah ada beberapa solusi yang perah ditawarkan yakni, penjernihan menggunakan biji kelor, enceng gondok, kangkung, dan kerikil. Namun, hingga saat ini belum ada dampak yang bisa dirasakan dari gagasan tersebut.
Gagasan baru yang penuls tawarkan adalah bukan dari segi media karena penulis menggunakan media kangkung dan kerikil, namun dari segi bentuk pengolahan media tersebut. Langkah awal buat sebuat kolam galian dibelakang rumah kemudian isi dengan kerikil hingga mengelilingi pinggiran kolam. Setelah buat saluran yang menyambugkan antara kolam dengan saluran kamar mandi (paralon atau galian tanah). Kemudian disamping kolam buat galian lagi seperti kubangan yang dimaksudkan sebagai wadah penampung air bersih dari kolam. Hubungkan antara kolam dengan kubangan melalui saluran galian.
Pihak-pihak yang diharapkan bisa mengimplementasikan gagasan ini adalah Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah dan dibantu dengan Kepala Desa. Langkah strategis yang bisa dilakukan adalah melalui pendekatan kepada Kepala desa, minta dukungan ke pihak Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah, kemudian melakukan penyuluhan kepada warga.
Kesimpulan yang didapat, inti dari gagasan ini adalah melakukan pemurnian limbah air rumah tangga menggunakan kangkung dan kerikil. Didukung oleh pihak Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah serta Kepala desa. Manfaat yang bisa diambil dari terlaksananya gagasan ini, limbah air rumah tangga yang sudah djernihkan bisa digunakan kembali, dan kangkung yng dihasilkan dari kolam bisa dikonsumsi warga.

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Air adalah dasar dari kehidupan karena kehidupan manusia sangat bergantung pada air. Terutama adanya air bersih. Mulai dari penggunaan untuk kebutuhan rumah tangga (mencuci, mandi, minum, dll), industri, dan pertanian.
Banyak wilayah Indonesia yang menderita kekeringan rutin tiap tahunnya, ada pula yang krisis air bersih. Salah satunya yang menjadi perhatian penulis adalah wilayah Babakan Raya (Bara) Dramaga Bogor. wilayah sangat strategis dengan kehidupan mahasiswa karena lokasinya yang berdampingan IPB. Hampir semua mahasiswa IPB bertempat tinggal di Bara. Kondisi Bara saat ini sangatlah memprihatinkan. Semakin padatnya mahasiswa yang masuk dan bertempat tinggal disana maka semakin padat pula bangunan yang akan berdiri, sehingga berdampak pula pada semakin banyaknya debit air bersih yang akan digunakan tiap harinya.
Saat berjalan disekitar Bara, banyak irigasi atau selokan yang penuh dengan sampah dan air kotor akibat limbah rumah tangga. Penduduk hanya menggunakan air bersih sesuai kebutuhan dan setelah itu membuangnya disembarang tempat yang alirannya mereka buat sendiri. Selokan yang kotor akan mengelluarkan bau tak sedap dan akan merusak lingkungan sekitar sehingga berakibat pula pada kebersihan lingkungan daerah tersebut terutama perairannya. Sebenarnya air itu mempunyai kemampua untuk menjernihkan diri sendiri namun karena debit yang terlalu banyak dan campuran-campuran benda lain yang berlebihan membuat kemampuan itu tidak berfungsi.
Apabila limbah air rumah tangga tersebut diproses atau dilakukan perjernihan, maka air tersebut tidak akan terbuang sia-sia bahkan bisa dimanfaatkan lagi untuk kebutuhan sehari-hari.

Tujuan
Tujuan dari pembuatan karya tulis ini adalah pemaparan proses penjernihan limbah air rumah tangga secara alami yaitu menggunakan kangkung dan kerikil. Serta memberikan solusi bagi masalah terhadap keruhnya air sungai yang dipakai untuk kebutuhan sehari-sehari masyarakat



Manfaat
Manfaat karya tulis ini adalah untuk menambah wawasan dalam pengelolahan air limbah dengan tumbuhan secara alami untuk dapat dijadikan air bersih. Serta memberikan jalan keluar agar masyarakat memiliki cara untuk menjernihkan air dengan praktis dan mudah

GAGASAN

Kondisi saat ini
Salah satu kebutuhan penting akan kesehatan lingkungan adalah masalah air bersih dan persampahan. Produksi limbah yang dihasilkan dari air limbah bekas rumah tangga (mencuci, mandi, wudhu, dll) terus meningkat dan mengalir di sungai serta irigasi yang tidak pada tempatnya. Hal ini menyebabkan pencemaran pada lingkungan, mulai dari pencemaran air hingga pencemaran udara.
Sebenarnya alam memiliki kemampuan untuk melakukan pemurnian kembali air yang telah tercemar dengan jalan pemurnian tanah, pasir, bebatuan, dan mikro organisme yang ada di alam sekitar. Namun, karena semakin meningkatnya debit limbah air tersebut membuat kemampuan tersebut hilang dan tidak mampu melakukan proses pemurnian secara alami. Kandungan yang ada didalam limbah air rumah tangga adalah kebanyakan dari air sabun. Sebagian besar unsure yang ada didalam sabun adalah unsure K dan unsure lainnya yang sebagian besar adalah logam alkali.
Dampak yang dihasilkan dari kondisi ini adalah bau yang tidak sedap disekitar pemukiman warga dan pemandangan yang tidak layak. Mengapa hal ini bisa terjadi ? Karena warga membuat pembuangan air limbah disembarang tempat, biasanya disamping rumah, pinggir jalan, bahkan ada yang di depan rumahnya sendiri. Warga melakukan itu karena memang tidak adanya lahan yang bisa digunakan untuk menyembunyikan limbah tersebut. Dan lebih parah lagi, ada saluran yang langsung mengalir ke sungai. Pembuangan limbah tersebut bukan seminggu sekali, bukan juga sehari sekali. Minimal sepuluh kali sehari kita semua akan melakukan pembuangan limbah air. Berminggu-minggu, berbulan-bulan, hingga bertahun-tahun irigasi yang dibuat warga dan sungai akan terus meningkat debit limbah air rumah tangganya, sehingga berdampak pada perubahan warna air menjadi hitam, hijau, coklat, berlumut dan mengeluarkan bau yang tidak sedap untuk ligkungan sekitar.


Solusi yang pernah ditawarkan
Sudah ada beberapa gagasan yang ditawarkan untuk mengatasi limbah air rumah tangga ini, khususnya yang menggunakan tumbuhan air dan bahan organik, diantaranya adalah menggunakan biji kelor, enceng gondok, kangkung, dan kerikil. Saat ini belum ada hasil yang bisa dirasakan dari beberapa solusi tersebut karena memang belum ada warga yang menerapkan solusi tersebut di lingkungan mereka.
Gagasan baru yang ditawarkan
Gagasan baru yang ditawarkan adalah pemurnian air menggunakan kangkung dan kerikil. Media yang digunakan sama dengan gagasan yang pernah ada, namun proses dan konsep dalam pemurnian dibedakan dengan yang sudah ada. Langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat kolam atau kubangan dibelakang rumah dengan ukuran sedang. Setelah itu pinggiran-pinggiran dari kolam tersebut isi dengan kerikil-kerikil hingga mengelilingi kolam tersebut. Kemudian buat saluran dari kamar mandi menuju kolam tersebut bisa dengan galian tanah atau paralon. Saat air limbah sudah mengalir menuju kolam, selanjutnya letakkan beberapa tanaman kangkung diatasnya. Setelah itu buat galian tanah ukuran sedang seperti kubangan atau sumur yang akan digunakan sebagai wadah dari air hasil penjernihan tersebut kemudian buat saluran antara kolam dengan kubangan  penampung  menggunakan paralon.
Mengapa menggunakan kangkung bukan enceng gondok ?
Enceng gondok memang bisa membantu dalam proses pemurnian limbah air, namu dampak dari enceng gondok adalah terjadinya pendangkalan pada kolam sehingga debit air yang ditampung tidak bisa maksimal. Selain itu, saat enceng gondok sudah memenuhi permukaan air kolam , enceng gondok tersebut akan dipanen sia-sia karena tidak bisa dikonsumsi oleh warga.
Berbeda dengan kangkung, seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa kandungan dari limbah air rumah tangga adalah sebagian besar logam alkali. Logam alkali seperti Na dan K adalah unsure makro yang dibutuhkan oleh tanaman kangkung untuk tumbuh, artinya dibutuhkan dalam jumlah besar agar bisa tumbuh dengan subur. Jadi selain bisa menyerap logam yang terkandung dalam limbah air rumah tangga, kangkung juga bisa dimanfaatkan oleh warga sebagai konsumsi sehari-hari

Pihak yang dapat mengimplementasikan gagasan
Penulis berharap ada respon dari pihak Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah untuk ikut andil dalam perwujudan gagasan kepada masyarakat luar. Selain itu peran dari Kepala Desa juga dianggap sangat penting sebagai pengantar dan panutan warganya dalam merealisasikan gagasan ini. Departemen Pemukiman dan Prasarana diharapkan bisa membantu dalam proses penyuluhan kepada masyarakat agar lebih mudah dalam penyampaian maksud dan tujuan.

Langkah-Langkah strategis
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan pendekatan terhadap kepala desa, kemudian menjelaskan maksud dan tujuan dari gagasan penulis. Kemudian meminta dukungan dan bantuan dari pihak Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah untuk ikut andil dalam proses penyuluhan kepada warga dan menyatakan bahwa ini aman bagi lingkungan. Setelah semua proses ini berhasil, maka langkah selanjtnya adalah melakukan penyuluhan kepada masyarakat dan melakukan demo untuk pembuatan kolam krikil dan kangkung sebagai gambaran singkat mengenai gagasan yang penulis usulkan. Kemudian tidak lupa menjelaskan secara detail manfaat yang akan didapat dari proses pemurnian limbah air rumah tangga ini hingga mendapat kepercayaan warga.






Kesimpulan
·         Gagasan yang penulis ajukan adalah melakukan pemurnian pada limbah air rumah tangga yang sebagaian besar mengandung logam alkali menggunakan kerikil dan tanaman kangkung didalam kolam buatan.
·         Langkah yang penulis lakukan dalam mengimplementasikan gagasan ini adalah dengan penyuuhan kepada warga dengan persetujuan dari kepala desa dan dukungan dari Departemen Pemukiman dan Prasarana Wilayah.
·         Manfaat yang bisa didapat dari proses ini dalah air yang sudah melalui proses pemurnian bisa digunakan kembali untuk mencuci dan wudhu. Kangkung yang dihasilkan dari kolam tersebut bisa dikonsumsi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar